Selasa, 14 Januari 2020

Penyebab Umum Pterygium dan Faktor Risikonya


Dilansir dari doktersehat.com, pterygium merupakan pertumbuhan fibrous berbentuk selaput tipis berupa jaringan bagian putih mata yang mengalami pelebaran ke arah kornea. Umumnya, pterygium tidak bertumbuh ataupun membesar, tetapi kelainan dapat terjadi hingga pterygium menutup bagian kornea mata.

Gejala yang dialami penderitanya adalah mata pegal, terasa ada yang mengganjal pada mata, mata kering, mata berwarna merah karena iritasi, dan penglihatan buram. Untuk penyebab umum pterygium, terdapat beberapa hal yang dapat dipahami lewat penjelasan berikut.

Penyebab Umum Pterygium
Sampai saat ini, penyebab pterygium belum diketahui pasti. Akan tetapi, kondisi ini lebih banyak dialami mereka yang sering beraktivitas di luar ruangan. Paparan sinar matahari yang berlebihan juga menjadi faktor yang paling potensial menyebabkan gangguan mata yang satu ini.
Tak hanya itu, mata kering juga diduga dapat menjadi penyebab umum pterygium. Debu, pasir, asap, dan angin diduga mampu meningkatkan risiko pterygium. Gangguan pada mata ini bisa bermula dari munculnya pinguecula atau selaput pada mata. Pinguecula yang tumbuh juga bisa mencapai kornea mata dan dapat berubah menjadi pterygium.

Para ahli juga mempercayai jika radiasi ultraviolet, khususnya UV-B, berpotensi mengakibatkan terjadinya mutasi gen penekan tumor p53. Kondisi ini menyebabkan adanya perkembangbiakan sel-sel berlebihan pada mata, sehingga dapat terjadi penumpukan serta pembentukan jaringan.

Faktor Risiko Pterygium
Pterigium merupakan suatu gangguan pada mata yang bisa menimpa siapa saja dari berbagai golongan usia, kelamin, dan ras. Akan tetapi, terdapat beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami kondisi ini, selain berbagai penyebab umum pterygium di atas. Mempunyai satu ataupun semua faktor risiko di bawah ini bukan berarti Anda dipastikan terkena penyakit ini. Adapula kemungkinan Anda bisa mengalaminya, meskipun tidak mempunyai satupun faktor risiko.
1.    Usia
Kasus pterygium memang lebih banyak ditemukan pada orang-orang yang berusia 20-40 tahun ke atas. Jika Anda tergolong dalam kelompok usia tersebut, maka peluang Anda untuk mengalami kondisi ini dinyatakan lebih besar dibandingkan dengan anak-anak dan remaja.

2.    Lingkungan Tropis
Semua negara yang berada di dekat garis khatulistiwa akan mendapatkan paparan sinar matahari lebih banyak dibandingkan dengan negara-negara lainnya. Apabila Anda tinggal di daerah tersebut, risiko untuk terserang penyakit ini juga akan lebih tinggi. Jadi, lingkungan tropis termasuk faktor risiko, selain beberapa penyebab umum pterygium di atas.

3.    Sering Beraktivitas di Luar Ruangan

Penyebab Umum Pterygium dan Faktor Risikonya

Beberapa jenis pekerjaan atau aktivitas yang mengharuskan Anda terpapar sinar matahari sepanjang hari, juga berisiko menyebabkan gangguan mata ini. Sebagai contoh adalah kegiatan para peselancar atau petani. Mereka beraktivitas di luar ruangan sepanjang hari dan lebih banyak terpapar sinar matahari. Aktivitas tersebut justru menyebabkan Anda lebih rentan mengalami gangguan mata ini.

4.    Sering Terpapar Debu
Polutan yang berada di udara, seperti debu dan asap, dapat mengakibatkan mata kering. Hal ini juga dapat meningkatkan risiko iritasi mata dan munculnya pterygium. Untuk itu, lindungilah mata Anda jika berada di tempat atau lingkungan yang berdebu dengan kacamata.

Itulah berbagai penyebab umum pterygium dan berbagai faktor risiko yang sangat berpengaruh. Seseorang lebih berpotensi mengalami gangguan mata ini apabila memiliki faktor risiko di atas. Dalam kasusnya, gangguan mata ini terdiri atas 4 derajat atau tingkatan. Mengenai pengobatannya, terdapat tindakan medis yang dilakukan dokter sesuai dengan tingkat keparahan kondisi penderita.